Your search results

Panduan Hukum

Dikirim oleh designer pada 1 September 2016
| 0

Pengantar Hukum untuk Sewa Bersama

Jangan merasa enggan untuk memahami hak dan tanggung jawab Anda. Lindungi diri sendiri dari kerugian dan kesalahpahaman.

Hal-Hal yang Penting Bagi Semua Teman Serumah

  1. Kunjungi propertinya dan temuilah calon teman serumah
    Melihat sendiri keadaan rumah dan sekelilingnya merupakan hal yang penting. Temui juga calon teman serumah Anda. Nilailah apakah dia akan cocok tinggal bersama Anda atau tidak. Jika Anda tidak bisa melihat rumah/menemui calon teman secara langsung, laksanakan lewat hubungan telepon.
  1. Diskusikan rinciannya sebelum mulai menyewa
    Pastikan semua pihak paham dan setuju atas hal-hal penting ini:
  • Perihal masa sewa
  • Cara pembayaran sewa dan tagihan
  • Kapan pemberitahuan diberikan jika ingin pindah
  • Deposit
  • Peraturan rumah dan detail lainnya.

Gunakan Daftar Checklist Pra-Perjanjian kami untuk memastikan semua hal penting telah dibahas.

  1. Amankan sewa Anda
    Ketika sudah yakin dengan pilihan Anda, amankan sewa dengan memberikan uang tanda jadi. Daftar Checklist Pra-Perjanjian kami bisa digunakan untuk membahas hal pokok seperti uang tanda jadi dan lainnya.
  1. Siapkan perjanjian tertulis
    Hindari kesalahpahaman dan siapkan perjanjian tertulis. Anda dapat mengunduh dan menggunakan Perjanjian Sewa kami.
  1. Pembayaran sewa
    Bayarlah sewa tepat waktu dan pastikan Anda menerima kuitansi. Baca lebih lanjut di pedoman Sewa Menyewa kami.
  1. Beri pemberitahuan jauh-jauh hari sebelum akhir masa sewa
    Tentukanlah kapan seseorang harus memberitahu pada pengakhiran masa sewa. Beri pemberitahuan jika harus memutuskan kontrak dari teman serumah lainnya dan bagi Anda sendiri.

Mentransfer uang dengan aman

Simpanlah tanda bukti pembayaran apa pun dan keterangannya, baik berupa kuitansi, slip transfer, maupun pemberitahuan SMS. Jangan pernah mentransfer uang ke luar negeri atau menggunakan layanan transfer tak terlacak. Waspadai penipuan menggunakan transfer bank maupun secara daring (online). Jika hal ini terjadi melalui Hidup , laporkan ke kami dan kami akan menyelidiki serta mengambil tindakan yang perlu dilakukan.

Panduan hukum ini memberikan ringkasan singkat dan pengenalan hukum tentang peraturan yang mempengaruhi sewa bersama. Panduan ini tidak mencakup semua kasus di seluruh yurisdiksi hukum dan mungkin tidak berlaku dalam situasi spesifik sewa bersama Anda. Penting dipahami bahwa Anda menggunakan informasi ini sebagai panduan saja. Kami sarankan Anda untuk mencari Nasehat Hukum independen atau menjalankan Tindakan Relevan. Kami tidak bertanggung jawab atas tindakan atau respons apa pun yang mungkin timbul sebagai akibat dari informasi ini.

Unduh dan lengkapi pernjanjian akomodasi sewa bersama berikut ini untuk meresmikan kesepahaman antara pemilik properti/penyewa utama dan penyewa baru yang berbagi properti/kamar dalam sebuah bangunan.

Perjanjian Sewa Bermasa

Laporan Kondisi Properti

Laporan Kondisi Properti mencatat kondisi properti yang disewakan pada awal serta akhir masa sewa secara umum.

Walau laporan ini belum umum diterapkan di Indonesia, alangkah baiknya digunakan untuk melindungi kedua belah pihak, baik penyewa maupun pemilik. Jika timbul masalah mengenai kondisi rumah (misalnya ada kerusakan atau kurang perawatan), laporan ini bisa digunakan sebagai bukti di laporan pengadilan. Pada saat akhir masa sewa, uang jaminan akan dipotong sesuai dengan nilai kerusakan yang dicatat oleh laporan ini.

Gunakan format standar yang melingkupi secara lengkap dan jelas kondisi berikut fasilitas yang tersedia di akomodasi bersama.

Bagaimana Cara Kerja Laporan Kondisi Properti pada Situasi Akomodasi Bersama?

Pada situasi saat sebuah akomodasi digunakan bersama oleh beberapa penyewanya, peran Laporan Kondisi Properti menjadi semakin penting. Ini karena laporan tersebut bisa meminta pertanggungjawaban para penyewa. Begitu penyewa lama pindah, pemilik harus sesegera mungkin menyiapkan laporan baru untuk dilengkapi oleh penyewa baru yang akan masuk.

Salah satu alasan penting melengkapi laporan baru tiap pergantian penyewa yaitu karena tanggung jawab akan disebarkan dengan rata ke semua penyewa, terutama jika ternyata sebuah kerusakan telah terjadi jauh di waktu sebelumnya.

Bisakah Saya Melakukan Perubahan pada Formulir Standar Laporan Kondisi Properti?

Ya, semakin lengkap sebuah laporan maka akan semakin baik. Tiap pihak bisa memberi keterangan tambahan dengan melampirkan catatan sampingan. Contoh catatan sampingan ini adalah foto, rekaman video dari bangunan, ataupun catatan rinci lainnya. Ketika informasi tambahan dilampirkan, semua pihak harus setuju dengan keakuratan dan ketepatan catatan ini.

Panduan hukum ini memberikan ringkasan singkat dan pengenalan hukum tentang peraturan yang mempengaruhi sewa bersama. Panduan ini tidak mencakup semua kasus di seluruh yurisdiksi hukum dan mungkin tidak berlaku dalam situasi spesifik sewa bersama Anda. Penting dipahami bahwa Anda menggunakan informasi ini sebagai panduan saja. Kami sarankan Anda untuk mencari Nasehat Hukum independen atau menjalankan Tindakan Relevan. Kami tidak bertanggung jawab atas tindaka.

Uang Tanda Jadi dan Uang Jaminan

Fungsi uang tanda jadi pada sewa menyewa properti ialah sebagai jaminan agar Pemilik menyimpan propertinya untuk si Penyewa hingga perjanjian sewa menyewa akan ditandatangani. Ini berarti pemilik tidak akan menawarkan propertinya lagi ke orang lain. Uang tanda jadi juga berfungsi sebagai jaminan bahwa transaksi sewa menyewa akan terus dilaksanakan. Jika penyewa menarik diri dari transaksi, uang tanda jadi akan disimpan oleh pemilik sebagai ganti rugi.

Panduan ini mencakup untuk pemilik (atau kepala penyewa) dan penyewa (atau penyewa kedua) di dalam Sewa Menyewa Hunian. Hal ini berlaku untuk sebagian besar akomodasi bersama dan situasi sewa menyewa properti perumahan. Untuk mengonfirmasi apakah panduan ini mencakup situasi Anda, lihat bagian “Apakah situasi akomodasi bersama saya?”

 

Sementara itu, uang jaminan (Security Deposit/Rental Bond/Security Bond) dibayarkan oleh penyewa kepada pemilik pada awal mula masa sewa. Uang jaminan ini berfungsi sebagai ganti rugi bagi pemilik jika ada kerusakan/kehilangan/tunggakan tagihan apa pun selama masa sewa. Pada akhir masa sewa, jumlahnya akan dikurangi dengan nilai kerusakan/kehilangan/tunggakan, kemudian sisanya dikembalikan kepada penyewa. Di Indonesia, tidak semua pemilik meminta uang jaminan, jumlahnya pun tergantung kebijakan pemilik . Akan tetapi, pada umumnya jumlah ini kurang lebih sebesar sewa satu bulan. Uang jaminan ini adalah milik penyewa, sehingga bila tidak ada pengurangan, uang jaminan wajib dikembalikan penuh ke penyewa. Uang jaminan disimpan oleh pemilik atau agen properti. Penentuan jumlah ganti rugi ditetapkan berdasarkan Laporan Kondisi Properti yang telah dilengkapi pada saat penyewa mulai menempati, dibandingkan dengan laporan setelah masa sewa berakhir.

Mentransfer Uang dengan Aman

Simpanlah tanda bukti pembayaran apa pun dan keterangannya, baik berupa kuitansi, slip transfer, maupun pemberitahuan SMS. Jangan pernah mentransfer uang ke luar negeri atau menggunakan layanan transfer tak terlacak. Waspadai penipuan menggunakan bank transfer maupun secara daring (online). Jika hal ini terjadi melalui Hidup, laporkan ke kami dan kami akan menyelidiki juga mengambil tindakan yang perlu dilakukan.

Panduan hukum ini memberikan ringkasan singkat dan pengenalan hukum tentang peraturan yang mempengaruhi sewa bersama. Panduan ini tidak mencakup semua kasus di seluruh yurisdiksi hukum dan mungkin tidak berlaku dalam situasi spesifik sewa bersama Anda. Penting dipahami bahwa Anda menggunakan informasi ini sebagai panduan saja. Kami sarankan Anda untuk mencari Nasehat Hukum independen atau menjalankan Tindakan Relevan. Kami tidak bertanggung jawab atas tindakan atau respons apa pun yang mungkin timbul sebagai akibat dari informasi ini.

Membayar Sewa Akomodasi Bersama

Menurut Peraturan Pemerintah nomor 44/1994, “Harga sewa adalah jumlah ataupun nilai, baik dalam bentuk uang maupun dalam bentuk lain, yang telah disepakati oleh pemilik dan penyewa, dan oleh penyewa dibayarkan kepada pemilik sebagai pembayaran atas penghunian untuk jangka waktu tertentu.”

Tanda Terima dan Pencatatan

Pencatatan yang baik dari pembayaran dan tanda terimanya bisa mencegah kesalahpahaman antara pihak Pemilik/Pengelola dan Penyewa. Perjanjian Sewa Menyewa atau Perjanjian Sewa MenyewaPerjanjian Teman Serumah akan menyebutkan tata cara pembayaran dan maksud pembayaran sewanya. Jika Anda menggunakan metode transfer bank, ini bisa dijadikan bukti (kuitansi) dan pencatatan pembayaran sewa.

Jika tidak ada perjanjian tertulis dan penyewa membayar sewa dengan tunai atau cek, pemilik wajib menyediakan kuitansi bagi penyewa. Di dalam kuitansi perlu dicatat:

  • Tanggal penerimaan pembayaran
  • Nama pembayar
  • Tujuan pembayaran
  • Jumlah pembayaran
  • Nama penerima pembayaran

Jika akan ada perubahan harga, aspek ini harus diatur sebelumnya di dalam perjanjian sewa, mengenai kapan pemilik harus memberitahu penyewa (missal 60 hari sebelumnya.

Pengurangan Jumlah Sewa

Ada baiknya jika dicantumkan keterangan mengenai pengurangan jumlah sewa di dalam perjanjian. Maksudnya di sini adalah agar tidak ada pengurangan jumlah sewa yang akan dibayarkan (misalnya dihitung per bulan) oleh penyewa ke pemilik, ketika timbul situasi pemilik berhutang kepada penyewa. Contohnya adalah ketika penyewa membiayai perbaikan dan pemilik belum membayar uang perbaikan tersebut.

Mentransfer Uang dengan Aman

Simpanlah tanda bukti pembayaran apa pun dan keterangannya, baik berupa kuitansi, slip transfer, maupun pemberitahuan SMS. Jangan pernah mentransfer uang ke luar negeri atau menggunakan layanan transfer tak terlacak. Waspadai penipuan menggunakan bank transfer maupun secara daring (online). Jika hal ini terjadi melalui Hidup, laporkan ke kami dan kami akan menyelidiki juga mengambil tindakan yang perlu dilakukan.

Panduan hukum ini memberikan ringkasan singkat dan pengenalan hukum tentang peraturan yang mempengaruhi sewa bersama. Panduan ini tidak mencakup semua kasus di seluruh yurisdiksi hukum dan mungkin tidak berlaku dalam situasi spesifik sewa bersama Anda. Penting dipahami bahwa Anda menggunakan informasi ini sebagai panduan saja. Kami sarankan Anda untuk mencari Nasehat Hukum independen atau menjalankan Tindakan Relevan. Kami tidak bertanggung jawab atas tindakan atau respons apa pun yang mungkin timbul sebagai akibat dari informasi ini.

Mengakhiri Sewa Properti dan Sewa Kamar

Baik penyewa maupun pemilik dapat memutuskan masa kontrak karena beberapa sebab. Andaikan perjanjian masa sewa belum berakhir dan salah satu pihak ingin menghentikan perjanjian, pemutusan kontrak terjadi Jika salah satu pihak melanggar perjanjian, pihak yang dirugikan berhak memperoleh ganti rugi.

Pemutusan Sewa Akomodasi Bersama

Bila salah satu penyewa di akomodasi bersama keluar, namanya harus dicoret dari perjanjian. Saat pengoperan kontrak, jika perjanjian antara pemilik dan penyewa pertama telah diputuskan atau berakhir, ini berarti perjanjian antara penyewa kedua dan penyewa pertama juga akan berakhir.

Kapan Pemilik Memutuskan Kontrak

Pada kontrak tahunan yang biasanya sudah dibayar lunas di muka, pemilik harus memberi ganti rugi kepada penyewa jika memutuskan perjanjian sebelum waktunya. Penghitungan ganti rugi biasanya dihitung dari jumlah bulan yang belum terpakai. Pada sewa bulanan, di dalam perjanjian akan disepakati kapan pemilik harus memberitahu penyewa sebelumnya (misalnya dalam jangka dua bulan di muka). Perjanjian juga bisa berakhir jika penyewa melakukan pelanggaran berat.

Kapan Penyewa Memutuskan Kontrak

Pada sewa tahunan yang telah dibayar lunas, jika penyewa memutuskan perjanjian sebelum masanya, pada umumnya pemilik tidak akan mengembalikan uang sewa. Namun, pada sewa bulanan, akan tertera di perjanjian bahwa penyewa harus memberitahu pemilik beberapa saat sebelumnya (misalnya dalam jangka satu atau dua bulan di muka). Perjanjian juga bisa berakhir jika pemilik melakukan pelanggaran berat.

Apa yang Terjadi Ketika Penyewa Meninggalkan Sewa Tanpa Persetujuan?

Jika penyewa berhenti membayar sewa dan pergi meninggalkan properti tanpa persetujuan pemilik, penyewa dinilai telah mengabaikan sewanya. Pengabaian di sini berarti penyewaan telah berakhir dan kontrak telah dilanggar. Penyewa seharusnya menunggu persetujuan dari pemilik, atau pemilik berhak meminta ganti rugi.

Jika penyewa menolak meninggalkan properti setelah sewa berakhir, pemilik berhak meminta bantuan pada pihak berwenang setempat. Di dalam perjanjian sewa wajib diatur cara penanganan barang milik penyewa yang tertinggal, misalnya apakah pemilik akan menyimpannya selama 3 bulan atau tidak. Akan tetapi, pemilik harus berusaha sebaik mungkin untuk memberitahu penyewa mengenai barangnya yang tertinggal.

Panduan hukum ini memberikan ringkasan singkat dan pengenalan hukum tentang peraturan yang mempengaruhi sewa bersama. Panduan ini tidak mencakup semua kasus di seluruh yurisdiksi hukum dan mungkin tidak berlaku dalam situasi spesifik sewa bersama Anda. Penting dipahami bahwa Anda menggunakan informasi ini sebagai panduan saja. Kami sarankan Anda untuk mencari Nasehat Hukum independen atau menjalankan Tindakan Relevan. Kami tidak bertanggung jawab atas tindakan atau respons apa pun yang mungkin timbul sebagai akibat dari informasi ini.

Ketika Terjadi Perselisihan pada Sewa Bersama

Manusia adalah makhluk sosial, sehingga ia tak lepas dari hubungan dengan orang lain. Persetujuan, pertanyaan, maupun perselisihan merupakan situasi yang dihadapi setiap orang. Ini terutama terjadi ketika kita tinggal di akomodasi yang dihuni penyewa lain. Pergesekan mungkin akan sering timbul, baik antara sesama penyewa maupun pemilik. Jika demikian, bagaimana kita harus menanganinya? Hidup memberikan beberapa panduan untuk digunakan sebagai acuan. Meski demikian, ingatlah untuk melakukan pendekatan sesuai situasi spesifik yang Anda alami – karena apa yang Anda lalui mungkin tidak sama dengan yang dilalui oleh orang lain.

1. Bermusyawarah

Sebagai orang Indonesia, utamakan penyelesaian melalui jalur ini. Musyawarah, yang sudah dijalankan sebagai salah satu cara untuk mencapai kata sepakat sejak zaman nenek moyang kita, masih merupakan jalur yang relevan di masa modern.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), musyawarah sendiri berarti: pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah; perundingan; perembukan. Utamakan selalu musyawarah untuk mencari jalan tengah atas setiap masalah yang mungkin terjadi.

2. Berunding

Jika masih tidak tercapai kesepakatan, langkah selanjutnya ialah berunding (bernegosiasi). Perundingan di sini berbeda dengan musyawarah, dalam hal eksekusinya. Perundingan di sini dijalankan pada tahap yang lebih serius, sebagai masing-masing pihak yang terpisah di luar proses pengadilan.

3. Menggunakan Jasa Penengah/Mediator

Tahap lebih lanjut dalam penyelesaian perselisihan ialah menggunakan pihak penengah dalam upaya mediasi atau rekonsiliasi. Seorang mediator (bisa diwakilkan oleh pimpinan masyarakat, seperti Ketua RT dan lainnya) akan berupaya mencari kompromi sehingga kedua belah pihak yang terlibat dalam perselisihan bisa mencapai kata sepakat. Mediator ini juga bisa membantu mengusulkan jalan keluar dengan mempertimbangkan kepentingan masing-masing pihak agar tercapai jalan tengah yang mengurangi tingkat kerugian.

Sebaik mungkin, utamakan penyelesaian sengketa dengan meminta sebuah pihak untuk menjadi penengah. Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS), seperti disebutkan pada Undang-Undang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa No. 30/1999, pasal 6 ayat (1): “sengketa atau beda pendapat perdata dapat diselesaikan oleh para pihak melalui alternatif penyelesaian sengketa yang didasarkan pada itikad baik dengan mengesampingkan penyelesaian secara litigasi di Pengadilan Negeri.”

Hindari usaha mengurus sengketa melalui jalur resmi jika tidak diperlukan. Usaha seperti ini akan menghabiskan waktu, tenaga, serta biaya yang tidak sedikit, bahkan mungkin lebih besar daripada nilai kerugian Anda.

4. Mengajukan Perkara Melalui Litigasi 

Namun, bila semua cara tetap gagal, tempuhlah cara terakhir ini (hanya jika cara ini merupakan opsi yang masuk akal bagi Anda). Ajukan berkas perkara ke Pengadilan Negeri setempat. Demi kemudahan, Anda disarankan menggunakan jasa bantuan hukum, misalnya dengan menyewa pengacara (sekali lagi, perhitungkanlah dengan matang sebelum menempuh langkah ini – menyewa pengacara mungkin lebih menghabiskan uang daripada nilai kerugian yang Anda derita). Pilih pengacara yang Anda percayai, karena ia akan menjadi ujung tombak Anda dalam usaha menyelesaikan masalah.

Ikuti seluruh proses dan prosedur hukum normal yang berlaku. Jika keputusan yang diambil oleh Majelis Hakim masih belum memuaskan, Anda bisa naik banding ke Mahkamah Agung. Akan tetapi, ketahuilah bahwa proses banding berartiJika Anda masih belum puas dengan keputusan Majelis Hakim, maka Anda bisa naik banding ke Mahkamah Agung, yang tentunya akan memakan waktu, biaya dan energi lebih banyak lagi. Siapkanlah diri Anda dengan baik ketika menempuh jalur terakhir ini.

Panduan hukum ini memberikan ringkasan singkat dan pengenalan hukum tentang peraturan yang mempengaruhi sewa bersama. Panduan ini tidak mencakup semua kasus di seluruh yurisdiksi hukum dan mungkin tidak berlaku dalam situasi spesifik sewa bersama Anda. Penting dipahami bahwa Anda menggunakan informasi ini sebagai panduan saja. Kami sarankan Anda untuk mencari Nasehat Hukum Independen atau menjalankan Tindakan Relevan. Kami tidak bertanggung jawab atas tindakan atau respons apa pun yang mungkin timbul sebagai akibat dari informasi ini.

Hak dan Tanggung Jawab Menyewa

Jika kedua belah pihak (pemilik dan penyewa) memahami dan menjalani tanggung jawab dan haknya dengan baik, tidak akan timbul masalah berarti. Panduan di bawah ini membahas topik-topik penting seperti pembayaran tagihan hingga pengosongan properti.

Perawatan Unit

Segala sesuatu yang berkenaan dengan bangunan dan bersifat struktural adalah tanggungan pemilik. Jika penyewa merusak properti, ia harus bertanggung jawab.

Pembayaran Tagihan

Untuk tagihan seperti PDAM, listrik, pengelolaan sampah dan lain-lain, semua ini harus ditetapkan pada perjanjian: mana yang menjadi beban penyewa dan pemilik. Akan tetapi, pembayaran PBB atau asuransi rumah biasanya merupakan kewajiban pemilik.

Hak dan Tanggung Jawab Penyewa

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 44/1994 tentang sewa menyewa, penyewa berhak menerima rumah dalam keadaan baik dan berfungsi dengan benar serta tanpa terkena sengketa. Penyewa berhak menempati atau menggunakan rumah sesuai dengan keadaan yang telah diperjanjikan. Di sisi lain, penyewa wajib menjaga, merawat, dan menggunakan rumah sebaik-baiknya sesuai dengan perjanjian.

Hak dan Tanggung Jawab Pemilik

Pemilik pun berhak menerima pembayaran uang sewa sesuai dengan perjanjian pada waktu yang disepakati. Pemilik juga mempunyai hak untuk mengunjungi rumah dengan mengatur janji dengan penyewa – kecuali dalam keadaan darurat, maka pemilik berhak memasukinya tanpa membuat janji terlebih dahulu.

Perubahan pada Rumah

Penyewa harus mendapatkan persetujuan secara tertulis dari pemilik jika ingin melakukan perubahan pada unitnya (misalnya: perubahan jendela, pagar, dan lainnya).

Oper Kontrak

Penyewa juga wajib mendapatkan persetujuan secara tertulis dari pemilik jika ingin menyewakan kembali (oper kontrak) sebagian maupun seluruh rumahnya.

Keamanan Unit

Pemilik patut bertanggung jawab atas pengamanan rumahnya, seperti dengan memasang kunci pada pintu dan jendela. Jika kunci hendak diganti, kedua belah pihak harus meminta izin satu sama lain dan memberikan kunci cadangan.

Pengosongan Rumah

Penyewa wajib mengosongkan rumah pada waktu yang disetujui dan mengembalikan rumah dalam kondisi baik dan berfungsi benar.

Panduan hukum ini memberikan ringkasan singkat dan pengenalan hukum tentang peraturan yang mempengaruhi sewa bersama. Panduan ini tidak mencakup semua kasus di seluruh yurisdiksi hukum dan mungkin tidak berlaku dalam situasi spesifik sewa bersama Anda. Penting dipahami bahwa Anda menggunakan informasi ini sebagai panduan saja. Kami sarankan Anda untuk mencari Nasehat Hukum independen atau menjalankan Tindakan Relevan. Kami tidak bertanggung jawab atas tindakan atau respons apa pun yang mungkin timbul sebagai akibat dari informasi ini.

Perjanjian Sewa Menyewa pada Sewa Bersama

Perjanjian tertulis dapat mencegah kesalahpahaman.

Silakan unduh Cek List Pra-Perjanjian kami untuk membantu Anda dalam menyiapkan perjanjian sewa menyewa. Penyewa dan pemilik harus menyetujui dan memahami isi kontrak sewa serta menghindari persepsi ‘saling percaya’ untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Jika bentuknya sewa bersama, perjanjian sewa juga harus disiapkan.

Peraturan Pemerintah dalam sewa menyewa nomor 44/1994 pasal 4 menjelaskan:

  • Penghunian rumah dengan cara sewa menyewa didasarkan kepada suatu perjanjian tertulis antara pemilik dan penyewa.
  • Perjanjian tertulis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sekurang-kurangnya mencantumkan ketentuan mengenai hak dan kewajiban, jangka waktu sewa, dan besarnya harga sewa.

Pentingnya sebuah perjanjian tertulis dalam sewa menyewa telah disebutkan dengan jelas. Perjanjian ini berguna baik bagi pemilik sebagai pihak penyedia rumah, maupun untuk penyewa sebagai pihak yang membayar atas penghunian rumahnya.

Harus Diingat

Berikut adalah poin-poin penting yang harus diingat pada situasi sewa bersama:

  • Bagian rumah mana sajakah yang bisa digunakan oleh semua penyewa?
  • Bagian manakah yang hanya bisa digunakan oleh seorang penyewa?
  • Bagaimana cara pembayaran tagihan listrik, air, internet, dan lainnya?

Mentransfer Uang dengan Aman

Simpanlah tanda bukti pembayaran apa pun dan keterangannya, baik berupa kuitansi, slip transfer, maupun pemberitahuan SMS. Jangan pernah mentransfer uang ke luar negeri atau menggunakan layanan transfer tak terlacak. Waspadai penipuan menggunakan bank transfer maupun secara daring (online). Jika hal ini terjadi melalui Hidup, laporkan ke kami dan kami akan menyelidiki juga mengambil tindakan yang perlu dilakukan.

Panduan hukum ini memberikan ringkasan singkat dan pengenalan hukum tentang peraturan yang mempengaruhi sewa bersama. Panduan ini tidak mencakup semua kasus di seluruh yurisdiksi hukum dan mungkin tidak berlaku dalam situasi spesifik sewa bersama Anda. Penting dipahami bahwa Anda menggunakan informasi ini sebagai panduan saja. Kami sarankan Anda untuk mencari Nasehat Hukum independen atau menjalankan Tindakan Relevan. Kami tidak bertanggung jawab atas tindakan atau respons apa pun yang mungkin timbul sebagai akibat dari informasi ini.

  • Pencarian Pintar

    Rp 0 to Rp 1,500,000

    More Search Options